Assalamu 'alaikum wr.wb. ya akhi ya ukhti readers.
seperti biasa nih reader, kali ini kita mau berbagi sedikit seputar pedoman pergaulan. sebagai generasi berprestasi pastilah kita tidak terlepas dari berbagai pergaulan, baik itu pergaulan sesama muhrim atau pun pergaulan dengan yang bukan muhrim. gimana sih cara kita bergaul dengan yang non muhrim untuk ikhwan? dan gimana sih cara kita bergaul dengan yang non muhrim untuk akhwat? let's cek it out
Pedoman Bergaul Untuk Ikhwan dengan yang non muhrim :
1. Menjaga Pandangan
memandang merupakan aktivitas sehari-hari yang dapat menghasilkan kemudaratan bila tidak dijaga dengan baik. karena berawal dari pandangan, imajinasi/hayalan pun akan mengikuti. akhirnya dapat menimbulkan dosa. ketika kita salah memandang, hendaknya tidak mengulangi apa yang kita pandangi dan segera beristighfar. Insya Allah kita akan terhindar dari dosa
2. Memelihara Kemaluan
untuk poin pedoman yang kedua ini berhubungan dengan yang pertama. kalau dari pandangan saja tidak bisa dijaga, hayalan/imajinasi pun memuncak, kemungkinan kemaluan kita tidak akan terpelihara. memelihara kemaluan disini maksudnya kita harus bisa menjaga diri dari hawa nafsu. memang tidak bisa dipungkiri kalau manusia memiliki nafsu, tapi alangkah baiknya nafsu itu tidak kita turuti secara terus menerus.
Qur'an Surat An Nur Ayat 30
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
Pedoman Bergaul Untuk Akhwat dengan yang non muhrim :
memandang merupakan aktivitas sehari-hari yang dapat menghasilkan kemudaratan bila tidak dijaga dengan baik. karena berawal dari pandangan, imajinasi/hayalan pun akan mengikuti. akhirnya dapat menimbulkan dosa. ketika kita salah memandang, hendaknya tidak mengulangi apa yang kita pandangi dan segera beristighfar. Insya Allah kita akan terhindar dari dosa
2. Memelihara Kemaluan
untuk poin pedoman yang kedua ini berhubungan dengan yang pertama. kalau dari pandangan saja tidak bisa dijaga, hayalan/imajinasi pun memuncak, kemungkinan kemaluan kita tidak akan terpelihara. memelihara kemaluan disini maksudnya kita harus bisa menjaga diri dari hawa nafsu. memang tidak bisa dipungkiri kalau manusia memiliki nafsu, tapi alangkah baiknya nafsu itu tidak kita turuti secara terus menerus.
3. Menjaga Perhiasan
untuk akhwat, poin ini cukup penting. karena kalau kita lihat, dewasa ini banyak sekali akhwat yang tidak memperdulikan perhiasannya. akhwat yang baik itu akan selalu menjaga perhiasannya.
Qur'an Surat An Nur Ayat 31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
|
Sekian Dulu ya Akhi Ukhti Wassalam |





0 komentar:
Post a Comment